Manajemen Proyek dan Resiko "TUGAS 3"
Manajemen Proyek dan Resiko
#MINGGU KE 7, 8, 9 DAN 10
MUHAMMAD IKBAR FADHILAH
\
Manajemen Biaya
Dalam menjalankan sebuah proyek, pastinya memerlukan estimasi biaya yang jelas dan terstruktur. Tujuannya agar kedepannya jika ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, bisa diperbaiki dengan manajemen biaya yang ada.
Manajemen Biaya meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar proses estimasi biaya peraktivitas dapat diperoleh secara realistis, dan anggaran biaya total yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek.
EARNED VALUE MANAGEMENT
\
Membuat estimasi biaya per aktvitas.
\
Menyusun anggaran biaya total (Budget At
Completion/BAC)
\
Mengawasi besarmya biaya yang dikeluarkan
apakah sesuai anggaran (Cost variance dan Cost Perfomance Index)
dan membandingkan rencana pencapaian pekerjaan (ScheduleVariance dan Schedule
Perfomance Index)
\
NET PRESENT VALUE
Metode untuk menghitung nilai ekuivalen saat ini, bagi suatu perkiraan pendapatan di masa depan. Apabila NPV bernilai positif dapat dikatakan proyek dikatakan layak untuk dilaksanakkan.
CASH FLOW ANALYSIS
Metode untuk menyiapkan,menganalisis, dan memastikan arus kas pengeluaran dan pemasukansuatu proyek sehingga proyek secara keseluruhan berjalan lancer
BIAYA LANGSUNG
Biaya yang terkait langsung dengan suatu proyek misalnya gaji anggota proyek, pembelian barang, dll.
NET PRESENT VALUE
Metode untuk menghitung nilai ekuivalen saat ini, bagi suatu perkiraan pendapatan di masa depan. Apabila NPV bernilai positif dapat dikatakan proyek dikatakan layak untuk dilaksanakkan.
CASH FLOW ANALYSIS
Metode untuk menyiapkan,menganalisis, dan memastikan arus kas pengeluaran dan pemasukansuatu proyek sehingga proyek secara keseluruhan berjalan lancer
BIAYA LANGSUNG
Biaya yang terkait langsung dengan suatu proyek misalnya gaji anggota proyek, pembelian barang, dll.
\
Umumnya komponen biaya langsung dicantumkan
dalam rencana anggaran proyek
o
LIFE CYCLE COSTING
LIFE CYCLE COSTING
\
Estimasi total biaya selama masa pemanfaatan
sebuah produk/proye.
\
Ex : Biaya pembelian, biaya pemeliharaan, dll
PROSES UTAMA MANAJEMEN BIAYA PROYEK
PROSES UTAMA MANAJEMEN BIAYA PROYEK
\
Membuat estimasi biaya per aktivitas,
penjadwalan proyek, millestone, dan juga infromasi risiko serta ekspektasi
mutu.
\
Menganalisa proyek dengan teknik estimasi biaya
dengan estimasi waktu, karena dua hal tersebut sangat berhubungan. Teknik yang
dapat digunakan antara lain memakai data terlebih dahulu, data publikasi dari
asosiasi, parametric, PERT, Analisis Buttom-up, dll.
\
Untuk mendapatkan akurasi yang optimal,
dibutuhkan estimasi biaya untuk semua aktivitas dalam suatu proyek terutama
biaya langsung proyek. Dan selanjutnya dilanjutkan dengan penjumlahan yang akan
menghasilkan total anggaran sebagai basis pelaksanakkan proyek.
\
Ciri timing dan akurasi estimasi biaya :
\
Estimasi Pendahuluan
\
Estimasi Anggaran
\
Estimasi Definitif
\
Dalam memastikan anggaran total suatu proyek
pengelola proyek juga perlu mininjau isi kontrak, ruang lingkup pekerjaan,
asumsi, dan dasar estimasi setiap aktivitas, dll. Serta kebijakan dan peraturan
perusahaan terkait masalah anggara dan manajemen biaya termasuk kebijakan
cadangan proyek.
\
Semua hal yang relevan dengan aspek pengendalian
anggaran diperlukan suatu Proses Cost Control (Pengendalian Anggaran)
\
Metode utama yang digunakan dalam pengendalian
biaya adalah Earned Value Management (EVM)
\
Sumber :
Dana Prasada Mulyoto,MBA,PMP. Sartika Kurniali,S.Kom.,MMSI;Super Project Management, Jakarta 2013,PT Elex Media Komputindo
Sumber :
Dana Prasada Mulyoto,MBA,PMP. Sartika Kurniali,S.Kom.,MMSI;Super Project Management, Jakarta 2013,PT Elex Media Komputindo
\
Manajemen Kualitas
\
Kualitas
Kata ‘kualitas’ memiliki berbagai artian yang berlainan. Goetsch dan Davis (1994) mengemukakan konsep holistik mengenai kualitas sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pengguna produk atau jasa.
Menurut Tjiptono dan Diana (1996), ada tiga tahap perkembangan konsep kualitas
Kualitas
Kata ‘kualitas’ memiliki berbagai artian yang berlainan. Goetsch dan Davis (1994) mengemukakan konsep holistik mengenai kualitas sebagai kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pengguna produk atau jasa.
Menurut Tjiptono dan Diana (1996), ada tiga tahap perkembangan konsep kualitas
\
Era Craftsmanship
Seorang tukang ahli (Craftsman) dapat diartikan sebagai seorang yang sangat terampil mengerjakan semua tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Termasuk dalam hal peranan pimpinan, petugas operasional, dan pengendali kualitas. Pendekatan ini mulai ditinggal seiring dengan berkembangnya studi waktu dan perlunya pemisahan antara perencanaan dengan implementasi.
Seorang tukang ahli (Craftsman) dapat diartikan sebagai seorang yang sangat terampil mengerjakan semua tugas yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas. Termasuk dalam hal peranan pimpinan, petugas operasional, dan pengendali kualitas. Pendekatan ini mulai ditinggal seiring dengan berkembangnya studi waktu dan perlunya pemisahan antara perencanaan dengan implementasi.
\
Pendekatan Taylor
o
Dengan adanya pembagian tugas, manajemen diberi tanggung jawab perencanaan, bagian operasi ditangani oleh tenaga kerja atau buruh, dan untuk menjaga kualitas maka dibentuklah departemen kualitas secara terpisah.
Dengan adanya pembagian tugas, manajemen diberi tanggung jawab perencanaan, bagian operasi ditangani oleh tenaga kerja atau buruh, dan untuk menjaga kualitas maka dibentuklah departemen kualitas secara terpisah.
\
Total Quality Management (TQM)
o
Konsep TQM dikemukakan pertama kali oleh Nancy Warren, seorang ilmuwan tingkah laku dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Istilah ini mengandung makna every process, every job dan every aspect (Goetsch dan Davis, 1994). TQM didefuniskan sebagai pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
ISO 9000
Konsep TQM dikemukakan pertama kali oleh Nancy Warren, seorang ilmuwan tingkah laku dari Angkatan Laut Amerika Serikat. Istilah ini mengandung makna every process, every job dan every aspect (Goetsch dan Davis, 1994). TQM didefuniskan sebagai pendekatan dalam menjalankan usaha yang berupaya memaksimalkan daya saing melalui penyempurnaan secara terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan organisasi.
ISO 9000
\
ISO 9000 adalah sebuah standar dalam manajemen
kualitas yang dibentuk berdasarkan konvensi ISO/TC 176 pada 1979. ISO 9000
dibentuk sebagai dasar dari suatu standar dalam manajemen kualitas, yang
disusun secara lengkap pada 1982 dan diperkenalkan secara umum pada 1983.
\
ISO 9000 memperkenalkan persyaratan penting yang
dibutuhkan perusahaan untuk menjamin konsistensi produksi dan pengiriman yang
tepat waktu terhadap barang dan jasa pada pasar.
\
ISO 9000 merupakan standar manajemen mutu dan
bukan standar produk, sehingga perusahaan yang mempunyai sertifikat ISO 9000
tidak dapat mengiklankan produknya yang sudah memenuhi standar internasional.
\
ISO 9000 akan diulas dan direvisi setiap 6
tahun. ISO 9000-2000 adalah yang terbaru.
\
Mutu (Kualitas) dalam kerangka ISO 9000
didefinisikan sebagai ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa
yang memengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu.
\
Definisi ini menekankan pada kepuasan pelanggan
atau pemakai produk. Misalnya dari segi desain, kepuasan diukur dari estetika,
pemenuhan fungsi, keawetan bahan, keamanan, dan ketepatan waktu.
\
Manajemen mutu adalah aspek-aspek dari fungsi
manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu
organisasi.
\
Untuk mencukupkan kebutuhan pelanggan dan
ketepatan waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, manajer proyek harus
mengadakan pelatihan manajemen kualitas. Hal-hal yang menyangkut kualitas
adalah: Produk/pelayanan/proses pelaksanaan, dan Proses manajemen proyek itu
sendiri.
\
Manajemen kualitas proyek
Ada dua model yang sukses diterapkan dalam pelatihan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja dari manajemen proyek, yaitu:
Ada dua model yang sukses diterapkan dalam pelatihan konsultan konstruksi dalam meningkatkan kinerja dari manajemen proyek, yaitu:
\
Continuous Quality Management Model
Model ini digunakan sebuah perusahaan untuk meningkatkan bisnis mereka. Hal ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industralisasi yang cepat.
Model ini sering ditemukan di perusahaan yang bersifat customer-driven. Termasuk Levi Strauss, Motorola, dan Xerox. Perusahaan yang sudah memenangkan penghargaan Malcolm Baldrige Award -Penghargaan yang mengakui kualitas manajemen yang patut dicontoh- juga termasuk.
\
Process Quality Management Model
Model ini digunakan untuk menghubungkan faktor kesuksesan yang kritis dalam proses bisnis. Model ini membangun dasar fondasi untuk meneruskan mengadakan suatu analisis terhadap langkah-langkah dan proses dalam meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Syarat Penggunaan dalam Manajemen Kualitas
Ada 3 proses dalam manajemen kualitas proyek, Yaitu:
Model ini digunakan untuk menghubungkan faktor kesuksesan yang kritis dalam proses bisnis. Model ini membangun dasar fondasi untuk meneruskan mengadakan suatu analisis terhadap langkah-langkah dan proses dalam meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.
Syarat Penggunaan dalam Manajemen Kualitas
Ada 3 proses dalam manajemen kualitas proyek, Yaitu:
\
Inspeksi
\
Suatu proses mengukur kegiatan proses konstruksi
untuk memeriksa apakah standar spesifikasi telah dicapai.
\
Quality Control
Teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoriing, menghilangkan masalah yang diketahui, mengurangi penyimpangan, dan usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi.
Teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoriing, menghilangkan masalah yang diketahui, mengurangi penyimpangan, dan usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi.
\
Quality Assurance
Seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu produk atau jasa yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses –baik internal maupun eksternal-, termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan
Quality Assurance mengevaluasi biaya dari proyek secara menyeluruh dan teratur untuk menetapkan anggaran yang keluar relevan dan sesuai dengan standar kualitas.
Six Sigma
Seluruh tindakan yang sistematis dan terencana yang diperlukan agar terjadi kepastian dan kepercayaan terhadap mutu produk atau jasa yang diberikan. Aktivitasnya mencakup kegiatan proses –baik internal maupun eksternal-, termasuk merumuskan kebutuhan pelanggan
Quality Assurance mengevaluasi biaya dari proyek secara menyeluruh dan teratur untuk menetapkan anggaran yang keluar relevan dan sesuai dengan standar kualitas.
Six Sigma
\
Six Sigma dapat didefinisikan sebagai strategi
perbaikan kinerja bisnis dalam hal peningkatan profitabilitas dengan cara
membuang hal-hal yang tidak diperlukan, mereduksi biaya, dan meningkatkan
efisiensi maupun efektivitas di berbagai kegiatan operasional yang dapat
memenuhi bahkan melebihi kebutuhan dan harapan pelanggan.
\
Motorola merupakan perusahaan pertama di Amerika
yang menerapkan konsep Six Sigma pada tahun 1987. Konsep inilah yang membawa
mereka pada perolehan penghargaan Malcolm Baldrige National Award pada tahun
1988.
o
Six sigma dan Manajemen
\
Six Sigma dalam hal manajemen digunakan sebagai
sebuah panduan dasar dan sebuah pendekatan yang dipakai oleh para profesional
dalam mengelola proyek-proyek inovasi (Chan and Macbeth, 2001)
o
Six sigma dan Statistic
\
Six Sigma dalam bahasa statistik berarti
terjadinya 3.4 DPMO (Defects Per Million Opportunities) atau hampir sama sekali
tidak terjadi kesalahan dalam menciptakan keluaran dari sebuah proses produksi
(selalu memenuhi kebutuhan pelanggan).
\
Sigma sendiri merepresentasikan kisaran variasi
(simpangan) dari rata-rata keluaran pada sebuah proses
\
Kualitas Biaya
Prinsip bahwa mutu harus direncanakan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari dan tidak berdampak buruk terhadap biaya dan reputasi proyek dalam jangka panjang. Proses pelaksanaan yang buruk dan beresiko negatif. Akibatnya, biaya perawatan dan pencegahan akan menjadi mahal. Ini adalah salah satu contoh dari kualitas biaya.
Penggunaan Software dalam Project Quality Management
Prinsip bahwa mutu harus direncanakan agar tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari dan tidak berdampak buruk terhadap biaya dan reputasi proyek dalam jangka panjang. Proses pelaksanaan yang buruk dan beresiko negatif. Akibatnya, biaya perawatan dan pencegahan akan menjadi mahal. Ini adalah salah satu contoh dari kualitas biaya.
Penggunaan Software dalam Project Quality Management
\
Dengan majunya perkembangan teknologi informasi,
pengerjaan Project Quality Management dapat terbantu dengan adanya software
seperti : Primavera, Artemis, maupun Microsoft Project. Dalam mempermudah
pengerjaan Project Quality Management akan diperlihatkan contoh-contoh
perencanaan dan pelaksanaan proyek.
Referensi:
K.C. Chan, Peter Ong, R, Eko Indrajit. 2004 INTEGRATED PROJECT MANAGEMENT. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Drs. H. A. Hamdan Dimyati M.Si., Kadar Nurjaman S.E. M.M. 2014 MANAJEMEN PROYEK. Bandung : CV Pustaka Setia.
Dana Persada Mulyono, MBA, PMP., Sartika Kurniali, S.Kom. MMSI 2013 SUPER PROJECT MANAGER. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Wysocki, Robert K., Robert Beck,jr, and David B. Crane. 2000. Effective Project Management Second Edition. New York, NY: John Wiley & Sons. (ISBN 0-471-36028-7)
K.C. Chan, Peter Ong, R, Eko Indrajit. 2004 INTEGRATED PROJECT MANAGEMENT. Yogyakarta : Penerbit ANDI.
Drs. H. A. Hamdan Dimyati M.Si., Kadar Nurjaman S.E. M.M. 2014 MANAJEMEN PROYEK. Bandung : CV Pustaka Setia.
Dana Persada Mulyono, MBA, PMP., Sartika Kurniali, S.Kom. MMSI 2013 SUPER PROJECT MANAGER. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Wysocki, Robert K., Robert Beck,jr, and David B. Crane. 2000. Effective Project Management Second Edition. New York, NY: John Wiley & Sons. (ISBN 0-471-36028-7)
\
Manajemen Sumber Daya
\
Manajemen Sumber Daya adalah proses mengorganisasikan
dan mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga
orang tersebut dapat dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Ini
mencakup semua proyek stakeholder - sponsor, pelanggan, mitra,
kontributor individu, dan lain-lain.
Proses Dalam Manajem SDM
1. Perencanaan SDM
2. Perekrutan Anggota/Tim
3. Pengembangan Kerja Tim Proyek
4. Pengelolaan Tim
Hal-Hal Yang Harus Deketahui Dalam Pengelola Proyek
1. Pemantauan terkait tahap perkembangan tim proyek
2. Pengelola proyek harus paham alternatif manajemen konflik
3. Pengelola proyek harus menyegarkan diri dengan berbagai teori organisasi
Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
1. Farming (tahap pembentukan tim)
2. Storming (tahap mulai kerja dan menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
3. Norming (tahap dimana tim mulai kompak)
4. Performing (tim dapat bekerja dengan solid)
5. Adjouring (fase pembubaran tim)
Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
1. Forcing (memaksakan kehendak)
2. Withdrawing/avoiding (menghindari konflik)
3. Smoothing/accomodating (fokus pada hal-hal yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
1. Teori Maslow
2. Teori dua faktor/hygiene Theory dari Herzberg
Manajemen Sumber Daya sangatlah penting dalam manajemen proyek. SDM yang memadai akan membantu dalam pelaksanaan proyek.
Referensi:
Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
Kurniali, Sartika, 2013, Super Project Manager, Jakarta: elex media komputindo.
Proses Dalam Manajem SDM
1. Perencanaan SDM
2. Perekrutan Anggota/Tim
3. Pengembangan Kerja Tim Proyek
4. Pengelolaan Tim
Hal-Hal Yang Harus Deketahui Dalam Pengelola Proyek
1. Pemantauan terkait tahap perkembangan tim proyek
2. Pengelola proyek harus paham alternatif manajemen konflik
3. Pengelola proyek harus menyegarkan diri dengan berbagai teori organisasi
Pemantauan Terkait Tahap Perkembangan Tim Proyek
1. Farming (tahap pembentukan tim)
2. Storming (tahap mulai kerja dan menyesuaikan pola kerja, latar belakang, dan lain-lain)
3. Norming (tahap dimana tim mulai kompak)
4. Performing (tim dapat bekerja dengan solid)
5. Adjouring (fase pembubaran tim)
Pengelola Proyek Harus Paham Alternatif Manajemen Konflik
1. Forcing (memaksakan kehendak)
2. Withdrawing/avoiding (menghindari konflik)
3. Smoothing/accomodating (fokus pada hal-hal yg disepakati ketimbang hal yg tidak sesuai)
Pengelola Proyek Harus Menyegarkan Diri Dengan Berbagai Teori Organisasi
1. Teori Maslow
2. Teori dua faktor/hygiene Theory dari Herzberg
Manajemen Sumber Daya sangatlah penting dalam manajemen proyek. SDM yang memadai akan membantu dalam pelaksanaan proyek.
Referensi:
Suprapto, Tommy, 2009, Pengantar Teori& Manajemen Komunikasi, Jakarta: Media Pressindo
Kurniali, Sartika, 2013, Super Project Manager, Jakarta: elex media komputindo.
\
Manajemen Komunikasi
\
Proses komunikasi adalah setiap langkah mulai
dari saat menciptakan informasi sampai dipahami oleh komunikan. Komunikasi
adalah sebuah proses, sebuah kegiatan yang berlangsung kontinu. Joseph De Vito
(1996) mengemukakan komunikasi adalah transaksi. Maksudnya setiap hal dari
komunikasi itu saling terkait.
Dalam aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Langkah pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2. Langkah kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3. Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada komunikan.
Rencana Komunikasi
Tujuan atau rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.
Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
1. Informasi, termasuk format, isi dan level detail
2. Siapa penerima dan pembuat informasi
3. Perencanaan sumber daya manusia
4. Metode/ teknologi untuk menghasilkan informasi
Distribusi Komunikasi
Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
Dalam aplikasinya langkah langkah proses komunikasi adalah sebagai berikut:
1. Langkah pertama ide/gagasan diciptakan oleh sumber/komunikator.
2. Langkah kedua adalah ide yang diciptakan tersebut kemudian dialih bentukan menjadi lambang lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan.
3. Langkah ketiga, pesan yang telah di encoding tersebut selanjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik komunikasi ditujukan kepada komunikan.
Rencana Komunikasi
Tujuan atau rencana komunikasi adalah menghibur, memberikan informasi, dan mendidik. Dengan tujuan tersebut berdampak pula pada peningkatan pengetahuan (kognitif), membangun kesadaran (sikap), dan mengubah perilaku (psikomotorik) seseorang atau masyarakat dalam suatu proses komunikasi.
Isi Rencana Manajemen Komunikasi
Proses utama dalam kegiatan perencanaan dan pembuatan Project Management Plan adalah :
1. Informasi, termasuk format, isi dan level detail
2. Siapa penerima dan pembuat informasi
3. Perencanaan sumber daya manusia
4. Metode/ teknologi untuk menghasilkan informasi
Distribusi Komunikasi
Setelah melakukan perencanaan komunikasi, hasil yang diperoleh adalah rencana manajemen komunikasi. Langkah selanjutnya adalah pendistribusian informasi. Dalam melakukan pendistribusian informasi dibutuhkan input berupa perencanaan manajemen komunikasi dengan menggunakan alat dan teknik berupa kemampuan komunikasi, metode distribusi informasi, proses pembelajaran, serta sistem informasi. Hasil atau output dari proses distribusi informasi ini adalah proses atau alur komunikasi dari organisasi proyek dan perubahan permintaan.
Bentuk distribusi komunikasi pada proyek ada beberapa macam antara lain adalah :
\
Rapat-rapat (meetings).
\
Distribusi dokumen berupa hardcopy.
\
Distribusi data melalui media elektronik seperti
electronic mail/E-mail, mesin fax, dan lain-lain.
\
Pelaporan Performance
Informasi yang terkandung didalamnya, antara lain :
Informasi yang terkandung didalamnya, antara lain :
\
Status reports, yang berisi tentang sejauh mana
proyek sudah berjalan dalam kerangka ruang lingkup, waktu dan biaya.
\
Progres reports menggambarkan sejauh mana tim
proyek sudah menyelesaikan pekerjaannya. Biasanya berupa laporan rutin.
\
Mengadakan evaluasi akhir proyek
\
Mengkaji apakah metodologi manajemen perlu
diperbaiki
\
Mode Penanganan Konflik
\
Action : tindakan langsung
\
Secure understanding : memberikan pengertian
atas suatu inovasi
\
Motivate action : memotivasi agar melukan
tindakan
\
Forcing: pendekatan win-lose
\
Withdrawal: menghindari potensi pertentangan
\
Komunikasi sangat penting dilakukan antar pelaku
manajemen proyek perusahaan maupun dengan investor dan pekerja. Agar proses
proyek dapat terus terpantau, entah itu dari segi perkembangan maupun biaya.
Referensi:
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media Pressindo.
Kurniali, Sartika. 2013. Super Project Manager. Jakarta : elex media komputindo.
Referensi:
Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori & Manajemen Komunikasi. Jakarta : Media Pressindo.
Kurniali, Sartika. 2013. Super Project Manager. Jakarta : elex media komputindo.
Komentar
Posting Komentar